Langsung ke konten utama

Belajar Metode Penelitian Secara Praktis Bagian 3

Assalamu alaikum wr wb
Kembali lagi kita membahas mengenai Metode penelitian, kemarin sudah membahas beberapa dari metode penelitian, Secara umum, dalam kegiatan penelitian ilmiah, ada dua pendekatan yang kerap digunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, riset menggunakan data mentah berupa angka yang kemudian diolah menggunakan statistika, dan kemudian diambil kesimpulan dari hipotesis. Salah satu contoh teknik pengumpulan data untuk riset kuantitatif adalah kuesioner.Sedangkan penelitian kualitatif menekankan pada sisi kualitas pada entitas yang diteliti. Mengutip keterangan di laman Kemdikbud, pendekatan kualitatif berperspektif emik. Maksud dari perspektif emik ialah, pendekatan penelitian kualitatif memanfaatkan data berbentuk narasi, cerita detail, ungkapan dan bahasa asli hasil konstruksi dari responden atau informan. Data itu dapat diperoleh dari teknik pengumpulan data berupa: wawancara mendalam dan observasi.

Sekarang kita melanjutkan pembahasan Metode Penelitian sebelumnya, adapun dalam Artikel ini , saya akan membahas langsung 3 Metode Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu Komunikasi, Yaitu :

A. ANALISIS BINGKAI
Analisis framing merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkap rahasia dibalik sebuah perbedaaan bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing dipakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media. Dengan demikian realitas sosial dipahami, dimaknai, dan dikonstruksi dengan bentukan dan makna tertentu. Elemen-elemen tersebut bukan hanya bagian dari teknis jurnalistik, melainkan menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan ditampilkan. Inilah sesungguhnya sebuah realitas politik, bagaimana media membangun, menyuguhkan, mempertahankan, dan mereproduksi, suatu peristiwa kepada pembacanya. Melalui analisis framing akan dapat diketahui siapa menendalikan siapa, siapa lawan siapa, mana kawan mana lawan, mana patron dan mana klien, siapa diuntungkan dan siapa dirugikan, siapa menindas dan siapa tertindas, dst. Kesimpulan-kesimpulan seperti ini sangat mungkin diperoleh karena analisis framing merupakan suatu seni-kreativitas yang memiliki kebebasan dalam menafsirkan realitas dengan menggunakan teori dan metodologi tertentu. Ada dua esensi utama dari analisis framing yaitu, Pertama, bagaimana peristiwa dimaknai. Ini berhubungan dengan bagian mana yang diliput dan mana yang tidak diliput. Kedua, bagaimana fakta ditulis. Aspek ini berhubungan dengan pemakaian kata, kalimat, dan gambar untuk mendukung gagasan.


Teori Utama dalam Penelitian Ini :
Analisis framing merupakan versi terbaru dari pendekatan analisis wacana, khususnya untuk menganalisis teks media. Gagasan mengenai framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson pada tahun 1955. Mulanya, frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan, dan wacana, serta yang menyediakan ktegori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas. Namun, kemudian pengertian framing berkembang yaitu ditafsirkan untuk menggambarkan proses penseleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita oleh media. Dalam ranah studi komunikasi, analisis framing mewakili tradisi yang mengedepankan pendekatan atau perspektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena atau aktivitas komunikasi.

Jenis Teori Analisis Bingkai Yang telah saya Baca :
1.Analisis Bingkai : PEMBINGKAIAN BERITA UNJUK RASA MAHASISWA PAPUA DI ISTANA MERDEKA (Framing pada cnnindonesia.com dan kompas.com). Karya Sumarni Bayu Anita, S.Sos,. M.A.
2.Analisis bingkai pemberitaan kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet di media daring Kompas dan Republika periode Oktober 2018
3.Analisis Bingkai Pemberitaan Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 (Aksi 212) Di Media Massa Bbc (Indonesia) & Republika
Abidatu Lintang Pradipta, Nadya Warih Nur Hidayah, Afifah Nafiatun Annisa Haya, Carissa Ervani, Deny Kristanto.

Dan Contoh Analisis Bingkai saya :
Analisis Bingkai Pemberitaan Kasus Buaya Lepas di Banyuasin dalam Berita Online Tribunsumsel.com Edisi Kamis, 14 April 2022 dengan judul : Jangan Salahkan warga habis kesabaran ke pemilik penangkaran buaya Tanjung Sari.



B.ANALISIS WACANA
Analisis wacana adalah studi tentang struktur pesan dalam suatu komunikasi atau telaah mengenai aneka fungsi (pragmatik) bahasa. Melalui analisis wacana, kita tidak hanya mengetahui isi teks yang terdapat pada suatu wacana, tetapi juga mengetahui pesan yang ingin disampaikan, mengapa harus disampaikan, dan bagaimana pesan-pesan itu tersusun, dan dipahami. Analisis Wacana akan memungkinkan untuk memperlihatkan motivasi yang tersembunyi di belakang sebuah teks atau di belakang pilihan metode penelitian tertentu untuk menafsirkan teks.

Objek kajian atau penelitian analisis wacana pada umumnya berpusat pada bahasa yang digunakan sehari-hari, baik yang berupa teks maupun lisan. Jadi objek kajian atau penelitian analisis wacana adalah unit bahasa diatas kalimat atau ujaran yang memiliki kesatuan dan konteks yang eksis dikehidupan sehari-hari, misalnya naskah pidato, rekaman percakapan yang telah dinaskahkan, percakapan langsung, catatan rapat, dan sebagainya, dan pembahasan wacana pada dasarnya merupakan pembahasan terhadap hubungan antara konteks-konteks yang terdapat dalam teks. Pembahasan itu bertujuan menjelaskan hubungan antara kalimat atau antara ujaran (utterances) yang membentuk wacana.

Teori Utama dalam Analisis Wacana :
Bakhtin dan kawan-kawan cenderung memahami wacana sebagai tuturan, yaitu pertalian antara suara penutur dengan suara orang lain yang terimplikasi dalam tuturan penutur itu. Bakhtin dan kawan-kawan membuat beberapa tipologi wacana sebagai berikut: Pertama, Wacana Linear, adalah wacana yang memandang wacana lain hanya dalam sebuah garis besar dengan batas-batas eksternal yang jelas dengan meminimalkan individualitas internalnya.
Teori wacana Althusser, wacana cenderung dipahami sebagai ideologi dalam praktik. Tak ada ideologi tanpa wacana, dan tak ada wacana tanpa ideologi. Ideologi yang tidak mewujud secara material, tanpa subjek dan untuk subjek, hal itu akan kehilangan fungsinya. Lebih jauh lagi, sesuai teori Marxis, wacana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari formasi sosial yang ada, formasi sosial yang terbangun dari dua atau lebih kelas sosial yang saling bertentangan, terlibat dalam pertentangan dan pertarungan kelas dengan ideologinya masing-masing.

Penelitian Analisis Wacana yang pernah saya baca :
1.Analisis Wacana : CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS TERHADAP WACANA: “Penetapan Sultan sebagai Gubernur D.I. Yogyakarta”Karya Sumarni Bayu Anita, S.Sos,. M.A.
2.Analisis wacana kritis dalam perspektif Norman Fairclough Karya Elya Munfarida
3.Analisis wacana kritis model van dijk dalam program acara mata najwa di metro tv
Karya I Nyoman Payuyasa

Dan Contoh Penelitian saya :
Analisis Wacana Penundaan Pemilu dalam Berita Online Harian
Kompas.com dibulan April 2022

C. SEMIOTIKA
Semiotika merupakan ilmu tentang tanda-
tanda. Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang dipakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, ditengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia. Semiotika pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan memaknai hal-hal. Mamaknai dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan.Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Studi tentang tanda dan segala yang berhubungan dengannya, cara berfungsinya, hubungannya dengan tanda-tanda lain, pengirimannya dan penerimaannya oleh mereka yang menggunakannya. Semiotik mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, konvensi-konvensi yang mengungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti.

Teori Utama Dalam Semiotika :
Semiotika menurut Berger memiliki dua 
tokoh, yakni Ferdinand De Saussure dan Charles Sander Peirce. Kedua tokoh tersebut 
mengembangkan ilmu semiotika secara terpisah dan tidak mengenal satu sama lain. Saussure di Eropa dan Peirce di Amerika Serikat. Latar belakang keilmuan Saussure adalah linguistik, sedangkan Peirce adalah filsafat. Saussure menyebut ilmu yang dikembangkannya semiology. Semiologi menurut Saussure didasarkan pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusia membawa makna atau selama berfungsi sebagai tanda, harus 
ada dibelakangnya sistem pembedaan dan 
konvensi yang memungkinkan makna itu. Di 
mana ada tanda di sana ada sistem. Sedangkan Peirce menyebut ilmu yang dibangunnya semiotika. Bagi Peirce yang ahli filsafat dan logika, penalaran manusia senantiasa dilakukan lewat tanda. Artinya, manusia hanya dapat bernalar lewat tanda. Dalam pikirannya, logika sama dengan semiotika dan semiotika dapat diterapkan pada segala macam tanda. Dalam 
perkembangan selanjutnya, istilah semiotika lebih popular daripada semiologi. (Tinarbuko, 2008). Teori semiotik dari Peirce, lebih 
menekankan pada logika dan filosofi dari tanda-tanda yang ada di masyarakat dan seringkali Disebut " Grand Theory" dalam Semiotika.Menurut Peirce, logika harus mempelajari bagaimana orang bernalar. Penalaran itu, menurut hipotesis teori Peirce yang mendasar, dilakukan melalui "tanda tanda memungkinkan kita berpikir, berhubungan 
dengan orang lain, dan memberi makna pada apa yang ditampilkan oleh alam semesta. Manusia mempunyai kemungkinan yang luas dalam keanekaragaman tanda; diantaranya tanda-tanda linguistik merupakan kategori yang penting, tetapi bukan satu-satunya Kategori".

Penelitian yang pernah saya baca :
1.Semiotika : REPRESENTASI ORANG TUA TUNGGALPADA IKLAN SITUS WEB PERDAGANGANELEKTRONIK (Analisis Semiotika Iklan Blibli.Com Versi
“Bahagia Itu Kita Yang Buat”)Karya Sumarni Bayu Anita, S.Sos,. M.A.
2.Analisis Semiotika Makna Motivasi Pada Lirik Lagu “Laskar Pelangi” Karya Nidji Oleh
Rahmat Hidayat
3.Semiotika Analisis Tanda Pada Karya Desain Komunikasi Visual karya Sumbo Tinarbuko.

Dan Contoh Penelitian Saya :
Analisis Makna Foto Jurnalistik pada media online Tribunsumsel.com edisi dibulan April 2022

Baiklah sahabat-sahabat sekalian, itulah tadi Beberapa Metode Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Komunikasi, Berhubung cuaca sekarang sedang tidak baik-baik saja maka kamipun menutup artikel ini,
Insyallah dilain kesempatan kami akan membahas mengenai hal hal yg menarik lainnya , adapun kesalahan dalam penulisan, akam segera kami perbaiki dan kami Revisi 🥳
Maklum saja ,buat Blogger sekarang bisa dari Smartphone kita.

Wassalamu alaikum wr wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseruan dan Cerita Mengikuti CAFIFEST 2021

  Stisipol Candradimuka  Palembang menggelar Candradimuka Film Festival 2021 (CAFIFEST) di aula Ismail Jalili sahabat sahabat pembaca artikel ini.\, kali ini saya akan bercerita  mengenai serunya menjadi peserta dalam festival film di kampus yang gua banggaiin, ceritanya tuh kita telah membuat film untuk festival kali ini sayangnya film kita kalah, but bukan soal menang atau kalah sih menurut gua, yang mana kali ini gua banyak mendapatkan hal hal baru dalam dunia sinematograpy, diantaranya membuat film, editing, cara pengambilan gambar, dan paling penting mendapatkan ilmu dari sutradara sekaligus diroctor asli dalam seminarnya, tak lupa cepet-cepet dari situ gua minta foto bareng bersama kak Aldo, dia adalah sutradara yang gua maksud, dan inilah dia fotonya udah kayak Assistant Directorkan,  Ada tahap-tahap produksi film yang harus dilalui bersama. Film adalah karya kolektif, tidak ada film yang bisa dibuat sendiri. Film dibuat dari jerih payah sekelompok orang yang ...

kata kata mutiara karyaku

Cinta selalu diiringi dengan dua hal : air mata kerinduan dan debaran hasrat Hidup seakan mati saat cinta telah dikhianati Orang paling beringas sekalipun pasti mendambakan cinta Mencintai tidak harus memiliki, mencintai adalah memberi tanpa berharap untuk diberi Kasih sayang terindah adalah kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Kasih sayang ayah sepanjang jalan, kasih sayang ibu sepanjang hayat Tuhan menurunkan cinta bagi manusia untuk mengetahui keindahan Surga. Hidup tanpa cinta adalah neraka yang hadir ke muka bumi Hidup dengan mencintai adalah seperti domino, saat cinta itu terjatuh, maka sisi lain dari kehidupan juga ikut rubuh. Jika hidup memberikan seribu alasan untuk tersenyum, maka cinta memberikan sejuta alasan untuk menangis. Kebahagiaan bukan berasal dari orang lain, tapi datang dari dalam hati sendiri. apa pun dapat lebih gampang disampaikan, bila dibarengi dengan senyuman, di banding dengan ucapan kasar. didalam hidup, tidak ada ...

Menyimpan Energi Terbarukan Dimulai dari Rumah

Hampir seluruh tenaga surya Australia datang dari atap rumah-rumah pribadi. Tidak ada kekurangan sinar matahari, namun untuk mengembangkan energi surya, sebuah solusi penyimpanan dibutuhkan. Pembangkit tenaga surya skala besar umum ditemui di Jerman, namun di Australia peralihan ke energi terbarukan justru lebih banyak terjadi pada skala individu. Lebih dari satu juta rumah di Australia kini memiliki panel surya , namun bagaimana cara menyimpan energi untuk saat dibutuhkan muncul sebagai tantangan berikutnya. Kebanyakan energi terbarukan Australia, dan sebagian besar upayanya tersebar dalam bentuk panel surya di atap-atap rumah di pinggiran kota. Peter Holland memanfaatkan tenaga surya di rumah namun membutuhkan sebuah generator untuk mengoperasikan peralatan rumah tangga bertenaga besar Ini datang dengan sejumlah tantangan, dan operator jaringan listrik mulai mengambil langkah untuk membatasi jumlah tenaga surya yang bisa ditambahkan ke sebuah wila...